Intisari Pembinaan Diniyah Guru-Guru AI IS
Oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Maidani
Pada hari Rabu, 9 Juli 2025, Yayasan SAPIN Darussalam yang menaungi PG-TK, SD, dan SMP Al-Imam Islamic School (AI IS) telah mengadakan Rapat Kerja untuk mempersiapkan tahun ajaran baru 2025/2026. Dalam kesempatan penting ini, diselenggarakan pula pembinaan diniyah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Maidani dengan tema “Kepedulian Guru Terhadap Agama, Akhlak, dan Ibadah Siswa Bukan Hanya Transfer Ilmu.“
Pembinaan ini sangat relevan dengan Visi Al-Imam Islamic School, yaitu Berakidah, Berakhlak, dan Berprestasi. Sejalan dengan hal tersebut, beberapa poin penting yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Maidani patut menjadi perhatian kita bersama sebagai orang tua dan pendidik:
Peran Sentral Orang Tua dalam Pendidikan Anak
Pendidikan anak adalah tanggung jawab utama orang tua, terutama dalam lingkungan rumah. Guru di sekolah berperan sebagai “figuran” atau pelengkap, mengingat waktu belajar siswa di sekolah relatif terbatas (sekitar 10 jam) dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan di rumah. Oleh karena itu, sinergi antara pendidikan di rumah dan di sekolah adalah kunci utama untuk membentuk karakter dan akhlak anak. Dukungan dan bimbingan dari orang tua di rumah akan sangat mendukung keberhasilan pendidikan yang diberikan di sekolah.
Guru: Pembimbing Akhlak di Tengah Kemajuan Teknologi
Perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat memungkinkan siswa mendapatkan pengetahuan dengan mudah tanpa kehadiran guru. Lantas, apakah peran guru akan tergantikan? Jawabannya adalah tidak. Teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu membimbing dan membina akhlak siswa. Di sinilah nilai hakiki seorang guru berada: dalam kemampuannya untuk membimbing, membentuk karakter, dan mengajarkan akhlak yang mulia, yang tidak dapat dilakukan oleh mesin. Generasi saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya, dan guru memiliki peran vital dalam mengarahkan mereka.
Pentingnya Menyelipkan Pelajaran Akhlak dalam Setiap Mata Pelajaran
Apapun mata pelajarannya, guru wajib menyisipkan pelajaran akhlak, adab, dan akidah kepada siswa. Pembelajaran tidak hanya tentang transfer ilmu pengetahuan semata, tetapi juga tentang pembentukan karakter yang kokoh. Dengan demikian, siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.
Tantangan “Informasi Busuk” dan Pentingnya Filterisasi
Salah satu masalah besar yang dihadapi anak-anak saat ini adalah derasnya “informasi busuk” dari media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube. Anak-anak terpapar berbagai konten tanpa filterisasi, mulai dari permainan, berita, hingga gaya hidup selebriti. Hal ini dapat memenuhi pikiran mereka dengan informasi yang tidak dibutuhkan, bahkan menyesatkan, dan mengikis ruang untuk informasi atau ilmu yang seharusnya diserap pada usia pendidikan mereka. Dampaknya, akhlak peserta didik dapat terpengaruh. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengimbangi paparan ini dengan informasi yang baik dan benar dari lingkungan keluarga dan sekolah.
Menguji Ketahanan Belajar Siswa: Fondasi Minat Belajar
Guru memiliki kewajiban untuk melihat, mengajar, dan menguji ketahanan belajar siswa. Mengamati berapa lama siswa mampu fokus dan sabar dalam belajar adalah langkah awal untuk memperbaiki minat belajar mereka. Sebagai contoh, Ustadz Abu Ihsan Al-Maidani menceritakan pengalamannya saat SD, di mana setiap hari Sabtu siswa wajib masuk perpustakaan, membaca buku, membawanya pulang, membuat rangkuman, dan mempresentasikannya di depan kelas setiap hari Senin. Ini adalah contoh praktik yang efektif dalam melatih ketahanan membaca dan pemahaman.
Menulis sebagai Tolok Ukur Kualitas Pikiran
Pelajaran mengarang bukan hanya untuk melatih siswa membaca dan menulis, tetapi juga sebagai cara untuk menguji kualitas pikiran. Ustadz Abu Ihsan Al-Maidani menekankan bahwa jika tulisan seseorang berantakan, itu mencerminkan isi kepalanya. Oleh karena itu, kemampuan dasar menulis dan membaca menjadi indikator penting dalam mengukur kemampuan berpikir dan menyerap informasi.
Melalui Rapat Kerja dan pembinaan ini, Al-Imam Islamic School berkomitmen untuk terus berinovasi dan bersinergi dengan para orang tua dalam membentuk generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan akidah yang kuat. Mari kita bersama-sama bahu membahu dalam mewujudkan visi mulia ini.
Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat disampaikan dengan baik kepada para wali murid.

