Sejarah Kebudayaan Islam

Hijrah Rasulullah ke Madinah (24 Juli 2020)

Rasulullah saw telah bersepakat dengan Abu Bakar r.a. mengenai rincian perjalanan yang akan mereka tempuh. Mereka berdua memilih goa untuk persembunyian mereka, yaitu goa disebelah selatan yang menghadap ke Yaman guna mengecoh para pengejarnya. Mereka juga menetapkan beberapa orang yang perlu mereka hubungi selama berada ditempat persembunyian, masing-masing akan diberi tugas khusus. Di larut malam yang gelap pekat, Rasulullah saw berhasil menyelinap keluar dari rumah dan pergi ke rumah Abu Bakar Ash-shiddiq r.a, kemudian mereka berdua keluar melalui sebuah pintu kecil di belakang rumah menuju ke goa Tsur, sebuah goa yang sangat berjasa dalam menyelamatkan kehidupan Risalah terakhir dan hari depan peradaban yang sempurna.

Dalam Perjalanan ke Madinah

Dalam perjalanan menuju Yatsrib, Nabi dan Abu Bakar menempuh rute yang tidak lazim, yaitu menuju selatan, padahal Yatsrib ada di sebelah utara. Inipun adalah siasat Nabi yang tepat. Beliau memperhitungkan bahwa para pelaku makar tentu akan mencoba mengejar beliau ke arah utara, yaitu arah yang wajar ke Yatsrib. Maka dengan

menempuh jalan ke selatan, Nabi berhasil menunda kemungknan untuk dapat diketemukan, dan kesempatan itu digunakan Nabi untuk mengumpulkan perbekalan melalui orang kepercayaan beliau. Mereka berdua memilih goa untuk persembunyian mereka, yaitu goa Tsaur Setelah tiga hari tiga malam Rasulullah saw bersama Abu Bakar bersembunyi didalam goa, mereka berdua berniat melanjutkan perjalanan yang berat itu, karena kaum musyrikin tampaknya telah patah semangatnya untuk terus mencari. Mereka meminta Abdullah Ibnu Uraiqith , seorang non-Muslim sebagai penunjuk jalan. Perjalanan selanjutnya menuju Yatsrib diteruskan oleh Nabi bersama Abu Bakr dengan menempuh jalan yang juga tidak lazim, yaitu di sebelah barat, sepanjang pantai Laut Merah. Ini pun  mempunyai arti kesiasatan yang penting. Tetapi karena perjalanan menjadi lebih panjang dan lama, Nabi terlambat sampai di Yatsrib dari dugaan semula orang banyak, sehingga menerbitkan kekuatiran. Orang banyak telah menunggu-nunggu kedatangan Nabi beberapa hari. Di hari terakhir, ketika mereka telah pulang ke rumah Abu
Bakr itu. Ia berteriak: “Wahai anak-cucu Qailah (maksudnya, orang Arab Yatsrib),
ini pemimpinmu telah datang!” Maka orang pun berdatangan menyambut Nabi dan Abu Bakr, namun kebanyakan mereka tidak mengenali beliau sampai saatnya Abu Bakr merentangkan sorbannya untuk memayungi Nabi, sehingga mereka pun tahun siapa yang Nabi dan siapa yang Abu Bakr. (Sementara itu, ‘Ali sendiri tinggal di Makkah selama tiga hari sesudah kepergian Nabi, untuk melaksanakan pesan Nabi agar mengembalikan semua kekayaan orang Makkah yang dititipkan kepada beliau, karena beliau tetap terkenal sebagai orang terpercaya, dengan gelar al-Amin. Setelah selesai dengan tugasnya
itu, barulah Ali menyusul ke Yatsrib.

 

Tugas :

1.      Sebutkan peristiwa – peristiwa penting ketika dalam perjalanan hijrah ke Madinah.

Note:

·       Tugas dikerjakan di buku tulis jangan lupa di beri nama dan kelas lalu di foto

·      Kirim/Upload Tugas melalui Google Form sesuai kelas ke link :
https://forms.gle/sXMvsd13auDVfxPT8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *