Ilmu Pengetahuan Alam

Sistem Gerak Pada Manusia (23 Juli 2020)

A.    Struktur Sistem Gerak pada Manusia

Manusia dapat bergerak karena adanya kerjasama antara tulang dan otot. Tulang disebut alat gerak pasif dan otot disebut alat gerak aktif, sehingga dapat disimpulkan bahwa tanpa adanya otot, manusia tidak dapat bergerak.

a.      Jenis Tulang

Tulang dikelompokan menjadi dua, yaitu: tulang rawan (kartilago) dan tulang sejati/tulang keras (osteon).

Tulang sebagai Alat Gerak Pasif

1.      Tulang Rawan (Kartilago)

Tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan yang  membentuk matriks yang disebut kondrosit/kondrin. Tulang ini terdapat pada sendi atau diantara dua tulang keras, seperti: hidung, telinga, persendian, ruas tulang belakang, diantara tulang rusuk dan tulang dada.

Terdapat tiga jenis tulang rawan, diantaranya:

a.       Tulang Rawan Hialin

Tulang ini terdiri dari serabut-serabut kolagen. Tulang ini juga memiliki sifat kuat dan elastis. Tulang rawan hialin dapat dijumpai pada ujung tulang pipa sebagai tulang rawan sendi, pada dinding trakea, dan saluran pernapasan lainnya. Serta pada tulang rawan iga.

b.      Tulang Rawan Fibrosa

Tulang ini terbentuk oleh berkas-berkas serabut. Tulang ini terletak pada tulang yang memerlukan kekuatan besar seperti pada tulang gelang panggul dan tulang tempurung lutut.

c.       Tulang Rawan Elastis

Tulang ini memiliki warna kuning karena mengandung banyak serabut elastis berwarna kuning. Tulang ini tidak akan mengalami perubahan menjadi tulang keras disaat menjadi manusia dewasa. Tulang rawan elastis terdapat pada cuping hidung, daun telinga, dan saluran eustachius.

2.      Tulang Sejati/ Tulang Keras (Osteoton)

Tulang keras tersusun dari sel-sel hidup yang disebut osteosit. Tulang keras berasal dari tulang rawan, proses perubahan ini dapat terjadi ketika manusia memasuki fase dewasa. Proses pengerasan pada tulang ini disebut osifikasi.

Struktur tulang dibedakan menjadi empat bagian utama, yaitu:

1.      Osteoprogenator

2.      Osteoblas

3.      Ostosit

4.      Osteoklas

Tulang yang menyusun kerangka manusia berjumlah 406 tulang. Berdasarkan bentuknya, tulang keras dibedakan menjadi empat macam, yaitu:

1.      Tulang Pipa

Contohnya: tulang lengan atas, tulang penggumpil, tulang hasta, tulang paha, dan tulang betis.

2.      Tulang Pipih

Contohnya: tulang tengkorak, tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belikat. 

3.      Tulang Pendek

Contohnya: Tulang pergelangan tangan dan tulang pergelangan kaki.

4.      Tulang Tidak Beraturan

Contohnya: Tulang rahang atas dan tulang rawan bawah.

 

b.      Fungsi Tulang

1.      Penyusun rangka tubuh

2.      Pemberi bentuk tubuh

3.      Pelindung organ vital(penting) tubuh

4.      Penahan/penegak tubuh

5.      Tempat pembentukan sel darah

 

c.       Hubungan Antar Tulang (Sendi)

Hubungan antar tulang disebut juga artikulasi. Tulang saling berhubungan agar dapat menghubungkan satu dengan lainnya sehingga manusia dapat bergerak.

Terdapat tiga pola hubungan antar tulang atau persendian, diantaranya:

1.      Sendi Mati (Sinartosis)

2.      Amfiartrosis

3.      Diartrosis

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *